Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 17 Mei 2012

Setting Efek Guitar

A. SettingPada Metal Zone

Setelan / Setting Efek Gitar Metal Zone


Setelan / seting efek gitar metal zone

B. Setting sound Amplifier 

Sound atau bunyi adalah asal mula dari segala sesuatu yang ada di musik, sebuah fenomena yang mengawali dan menjembatani sesuatu yang kecil seperti bunyi tetes hujan hingga menjadi sesuatu seperti industri musik.

ada yang disebut sebagai bunyi natural yang berasal dari gesekan,saling adu, yang kemudian menjadi getaran yang memiliki tebal-tipis frekuensi,garis besarnya dibagi menjadi hi(treble), mid(middle), low(bass).
jatuh tempo yang berbeda dari bunyi ketika mencapai gendang telinga menimbulkan sensasi yang biasa disebut dimensi bunyi.

ada yang disebut bunyi elektronik, yang aq kira penjelasannya adalah bunyi hasil copy dari bunyi natural yang diproduksi oleh peralatan elektronik melalui proses elektronik tentunya. yang biasanya terjadi saat proses elektonik ialah adanya distort atau noise,getaran elektronik efek samping dari proses elektronik yang harus dihindari untuk menghasilkan bunyi elektronik yang jujur sesuai dengan bunyi natural yang dicopy.
bunyi elektronik untuk saat ini,dibagi 2 metode yang significally different, yaitu analog dan digital.
analog adalah getaran yang direkam berikut pengaruh efek ruang dan suhu dalam bentuk frekuensi elektronik melalui electronic hardware yg lazim disebut sound systems.
frekuensi bunyi analog direkam dengan membentuk guratan pada piringan hitam atau mengolah sifat magnetic pada pita kaset.
bunyi yang terekam dipengaruhi oleh kualitas piringan hitam atau pita kaset tersebut,juga adanya noise dari gesekan2 paku pada piringan hitam atau gesekan head pada pita kaset.
digital adalah frekuensi yang direkam tanpa mendeteksi pengaruh ruangan dan suhu, diserap
dalam bentuk data. reproduksi bunyi digital melalui proses sinar laser yg mana adalah sinar elektronik. ada juga noise nya ,cum
sound : part 2, arah bunyi

ok, lanjut pada pengertian sound yang lebih spesifik lagi.
ada sebuah hal yang disebut arahan bunyi,dimana aq kesulitan untuk mendefinisikan apa itu arahan bunyi,hehe….
mungkin pada penjelasannya akan tercerahkan dengan sendirinya,apa arti arah bunyi itu
Arah bunyi dibagi menjadi 2 methods yaitu vertical dan horizontal
arah bunyi vertical, mainly..terbagi menjadi 3 lapisan frekuensi. yaitu
-hi (treble/edge),
-mid (middle/body),
-low (bass/bottom),
secara elektronik,ketiga bagian frekuensi ini dipisahkan dengan bantuan cross-over, equalizer.
ada tips yang sudah diketahui banyak orang,sih… ialah:
-ketika mengeset soundsystems,tempatkan posisi equalizer frekuensi pada posisi flat/nol terlebih dahulu.
-kemudian silahkan dengar hasil sound elektronik yang dihasilkan,yang mana kebanyakan belum sesuai dengan bunyi natural,
-lanjut dengan memodifikasi hi (treble/edge) dan low (bass/bottom) untuk ketajaman dan aksen suara
-barulah tentukan porsi ruang suaranya dengan memodif mid(middle/body),pelan2 aja dan secermat mungkin hingga mendekati se presisi mungkin dengan bunyi natural nya.
sebenarnya ini cuma salah satu cara saja,…untuk musisi yang advanced akan lebih rewel lagi tentang masalah jenis soundsystems yang dipakai,dan hal2 lain…jadi mohon kritik dan sarannya jika memang ini kurang membantu
arah bunyi horizontal,membagi bunyi secara mendatar yaitu:
1.mono, arahanya ke depan dan kebelakang
2.stereo, yaitu kombinasi mono dengan tambahan arah bunyi ke kanan dan ke kiri
3. surround, yaitu kombinasi mono dan stereo dengan penambahan delay
untuk melengkapi dimensi bunyi
nah, kalau bunyi itu arahnya sebenarnya bagaimana sih?
arah bunyi membentuk sudut pembagian dengan prinsip yang analoginya hampir sama dengan sumbu cartesius dalam matematika(sumbu X,Y, juga Z untuk menambah surround)
(eehhh…masa sih??#$? sekali lagi aq minta koreksinya dari temen2,kadang aq suka ngawur kalo ngomong)
kita mengenal gabungan arah bunyi vertikal horizontal pada istilah2
-mono 1 way, berisi woofer(low)
-mono 2 ways, berisi tweeter(hi) dan woofer(low)
-mono 3 ways, berisi tweeter(hi), mid-range(mid), woofer(low)
-stereo 1/2/3 way(s), dengan menempatkan 2 atau lebih, amplifier terpisah secara horizontal untuk mendapatkan arah kanan dan kiri nya,biasanya 2 ampli atau lebih ini, terangkai cukup pada 1 perangkat elektronik
-surround
*mono 2 ways,menggunakan 1 amplifier mono
*stereo 3 ways,menggunakan 1 amplifier stereo atau 2 amp mono
*delayed-stereo 3 ways,menggunakan 1 amplifier stereo atau 2 amp mono,plus tambahan efek delay
ok,deh untuk bunyi segini aja yang aku tau,

General Tips for Guitar Amp Setting.

1. Selalu mulai dengan menset semua knob pada jam 12. Kemudian baru putar dari situ, ke kanan atau ke kiri. Setting pada jam 12 akan memberikan baseline dari setting kita. Dengarkan apa pengaruh kalo suatu knob kita puter ke kiri atau ke kanan. Trus dari situ bisa kita putuskan mana yang enak buat kita.
2. Tidak perduli berapa banyak knob dan settingan pada suatu ampli, kita bisa fokus pada 4 area/knob penting. Keempat area/knob tersebut adalah:
- TREBLE. Menset knob treble akan mempengaruhi besarnya "high-end" pada sound gitar kita. Semakin besar kita set treble, maka akan menghasilkan sound yang tajam dan garing (sharp and crisp). Tetapi bila kita set treble terlalu besar maka akan menghasilkan yang kasar (harsh).
- MIDDLE. Setting knob mids bisa jadi merupakan setting paling penting terhadap keseluruhan sound. Setting mid sangat mempengaruhi karakter sound yang dihasilkan. Set mid rendah akan menghasilkan sound classic rock-n-roll. Setting mid yang tinggi bisa menghasilkan sound ke arah honky-tonk dan bluessy. Coba-coba berbagai setting mid. Cari sound mana yang paling sesuai dengan selera dengan cara memutar knob middle.
- BASS. Bila suka sound yang dalem (deep) dan booming, putar knob bass ke kanan (besarin). Pada ampli kecil setingan bass bisa jadi kurang berasa. Untuk menseting bass, yang perlu diperhatikan adalah kombinasi antara bass dan treble. Cari setting dimana kombinasi bass dan treble bisa menghasilkan sound yang sesuai.
- EQ / Filter / Tone/ Contour. Knob ini namanya berbeda-beda untuk setiap ampli. Tapi pada dasarnya knob ini berfungsi untuk mengatur basic setting (yaitu treble, mids dan bass) dalam satu knob. Coba atur knob ini untuk mendengar apakah kombinasi treble, mids, dan bass sudah sesuai dengan selera kita.
3. Bila anda memiliki ampli tabung, maka perlu diperhatikan:
- Ganti seluruh tabung bila ada tabung yang jebol. Jangan cuman ganti tabung yang jebol aja, tapi mesti semua.
- Jangan pernah memindahkan ampli saat ampli tabung masih panas.
- Berhati-hatilah dalam memasang tabung.
4. Untukmemastikan ampli berada dalam top condition, pastikan
- Ampli selalu ditempatkan pada lokasi yang kering. Jangan tempatkan ampli pada lokasi yang   lembab.
- Selalu gunakan best quality leads (guitar, speaker, microphone, dan effects)
- Percayakan service ampli hanya pada orang yang benar-benar bisa. Jangan sembarang orang.
Akhirul kata, sebeneranya tidak ada aturan khusus mengenai setting ampli. Tidak ada seting yang benar atau salah. Semua tergantung kuping. Kalo kita sudah suka seting yang kita suka, berarti kita sudah dapetin seting yang sesuai untuk kita.
TIPS: inget-inget setingan ampli kita, kalo perlu dicatet. Jadi kalo kita misalnya gak suka sama sound setingan kita itu, kita bisa ubah-ubah dan jangan sampe kembali seting yang sama. Atau kalo kita mau eksperimen trus gak puas dan mau balik ke seting awal, kita jadi gak repot.
Kalo gw pribadi sih biasanya, pertama kali memahami dulu karakter amplinya, apakah trebly (mis: Fender, Jazz Chorus), middle (mis: Marshall, Peavy), atau bassy (mis: Mesa, HK), nah, dari situ baru mulai adjust setting yang diinginkan, Contohnya gw suka suara yang mid-nya besar tapi bass-nya juga cukup kuat, kalo ketemu ampli Marshall apalagi yang JCM900 tabung atau Peavey 5150II, ya gw set EQ-nya ke arah jam 12 semua, soalnya suaranya udah sesuai keinginan, kalo kurang ya tinggal ditambahin dikit, kalo ketemu ampli macam Fender & Jazz Chorus ya treble-nya gw kurangin, mid-nya yang gw tambahin… gitu loooooh… cheers.. met muter-muter knob ampli ya…





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar